SketsaNusantara.id - Setiap tanggal 25 Desember, umat Kristiani di seluruh dunia merayakan Hari Raya Natal dengan penuh sukacita.
Momen ini menjadi waktu yang istimewa untuk berkumpul bersama keluarga, berbagi kasih, dan merayakan kelahiran Yesus Kristus.
Salah satu elemen yang tak pernah absen dalam perayaan ini adalah Pohon Natal yang dihias dengan pernak-pernik meriah.
Tradisi menghias Pohon Cemara menjadi Pohon Natal atau Christmas Tree pun tak pernah dilewatkan yang identik dengan perayaan hari raya umat Kristiani ini.
Bahkan, pohon-pohon cemara dalam ukuran besar berhias pernak-pernik meriah dan kerlap kerlip lampu warna warni pun banyak dipajang di dalam hotel hingga supermarket dan jalanan besar saat perayaan Natal di berbagai negara.
Lantas, mengapa pohon cemara identik dengan perayaan Natal? Apa sebenarnya makna Pohon Natal dalam perayaan Natal?
Dilansir dari SketsaNusantara.id dari situs Britannica, Pohon Natal ternyata memiliki sejarah yang panjang, jauh sebelum Natal dirayakan di zaman modern seperti saat ini.
Pohon digunakan sebagai hiasan dalam perayaan Natal yang konon sudah ada sejak tahun 723 di Jerman.
Diklaim bahwa pada tahun tersebut ada misionaris asal Inggris bernama St. Bonifasius yang bertemu dengan orang-orang kafir saat sedang mempersiapkan pengorbanan di pohon ek yang dipersembahkan kepada dewa Thor (Donar).
Bonafisius kemudian menebang pohon ek. Ajaib, pohon cemara tumbuh di lokasi bekas pohon ek yang tumbang sehingga dipercaya sebagai "pohon suci".