SketsaNusantara.id - Setiap 1 Desember, dunia memperingati Hari AIDS Sedunia. Sebagian orang mungkin tahu tanggalnya, tetapi tidak maknanya.
AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) adalah kondisi kesehatan serius yang disebabkan oleh virus HIV (Human Immunodeficiency Virus).
Virus ini menyerang sistem kekebalan tubuh, khususnya sel CD4 (sejenis sel darah putih), sehingga tubuh kehilangan kemampuan melawan infeksi dan penyakit lain.
Apa sebenarnya alasan hari ini dirayakan? Mengapa penting bagi masyarakat global? Dan apa peran kita di dalamnya?
Hari AIDS Sedunia tidak muncul tanpa alasan. Peringatan ini memiliki sejarah panjang sejak pertama kali dicanangkan.
Tujuannya bukan sekadar untuk mengingat, tetapi juga menggerakkan perubahan nyata.
Di tengah kesibukan sehari-hari, ancaman HIV/AIDS tetap nyata. Data menunjukkan bahwa jutaan orang di dunia masih hidup dengan HIV.
Ironisnya, stigma terhadap penderita masih menjadi hambatan utama.
Dilansir dari situs dinkes.jogjaprov.go.id, Hari AIDS Sedunia pertama kali dicetuskan pada 1988 oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Kala itu, epidemi HIV/AIDS tengah mencapai puncaknya. Lebih dari sekadar simbol, hari ini menjadi momen refleksi global.
Tujuan utamanya adalah meningkatkan kesadaran akan bahaya HIV/AIDS. Peringatan ini juga memberi dukungan kepada mereka yang terdampak.