lifestyle

Kasus Rudapaksa Siswi SMP di Palembang Jadi Bukti Bahaya Pornografi Bagi Anak, Ini yang Harus Dilakukan Orang Tua

Jumat, 6 September 2024 | 13:30 WIB
Ilustrasi peran orang tua dalam mencegah bahaya pornografi pada anak (Unsplash/Steven Van Loy )

 

SketsaNusantara.id - Kasus pemerkosaan dan pembunuhan yang dialami siswi SMP di Palembang jadi sorotan publik sejak 1 September 2024.

Korban berinisial AA (13) ditemukan tewas di TPU Talang Kerikil, Palembang.

Kasus ini melibatkan pelaku yang juga pacar korban dan 3 orang rekannya.

Baca Juga: Viral di Medsos, Momen Emak-emak yang Asik Swafoto di Depan Orang yang Sedang Sholat di Masjid Kota Depok 

Mirisnya, dalam kasus ini baik korban maupun pelaku masih berada di bawah umur.

Pelaku IS (16) tak hanya merudapaksa anak di bawah umur, tapi juga membekapnya hingga meregang nyawa.

Hasil investigasi Tim Psikolog Biro SDM Polda Sumatera Selatan, motif pelaku memperkosa dan membunuh korban yakni karena ingin menyalurkan nafsu yang didapat dari menonton pornografi.

Dari HP pelaku yang menjadi barang bukti, ditemukan beberapa video dewasa.

Baca Juga: 5 Fakta Menarik Amanda Rigby: Multitalenta hingga Pernah Akting Jadi Pengantin Jawa Bareng Andre Taulany

Pengaruh buruh pornografi pada pelaku cukup besar hingga membuatnya mengajak 3 rekannya untuk melakukan tindak asusila tersebut.

Motif dalam kasus ini pun menunjukkan bahaya pornografi yang menjadi fenomena buruk di dunia anak.

Peran orang tua pun menjadi sangat penting untuk melindungi anak dari pengaruh pornografi.

Baca Juga: Profil Louis Bertrand, Penyanyi Tunanetra Lantunkan Lagu Hoodnesss of God Bersama Angel Pieters di Misa Akbar Paus Fransiskus

Halaman:

Tags

Terkini