Kondisi ini dapat dipicu oleh serangan jantung yang tidak memompa darah secara mencukupi ke seluruh tubuh secara berkelanjutan sehingga dapat menyebabkan tekanan darah rendah dan mengakibatkan pingsan hingga kematian.
Serupa dengan FV, kemungkinan terjadi ventrikular tatikadri atau VT yang disebabkan karena ada masalah dengan impuls listrik jantung.
Kondisi VT ini dapat berkembang sebagai dampak dari komplikasi serangan jantung yang dapat terjadi pada orang dengan kondisi tertentu, seperti penyakit katup jantung yang menimbulkan gejala nyeri dada, hingga menyebabkan pusing, pingsan, hingga sesak napas.
Dokter Tirta kemudian menyarankan langkah pertolongan pertama apabila terjadi hal serupa seperti kasus Zhang Zhi Jie yakni dengan melakukan CPR atau Resusitasi Jantung Paru (RJP).
"SOP-nya kalau ada kelainan elektrik jantung atau aritmia jantung atau kejadian seperti itu lagi maka harusnya ada pertolongan dalam waktu jeda 1-2 menit," tuturnya.
Menurut dr. Tirta, pertolongan pada 2 menit awal akan memperpanjang kemungkinan hidup pasien atau dalam kasus ini bisa memungkinkan Zhang Zhi Jie bis tertolong.
"Pertolongan awal akan memungkinkan sang atlet ini bertahan saat dibawa ke rumah sakit untuk menjalani penangan lebih lanjut," ucapnya.
dr. Titra berharap videonya bisa menjadi edukasi untuk tim medis agar ke depannya bisa lebih sigap jika menemui kasus serupa seperti yang dialami Zhang Zhi Jie.
Ia pun mengingatkan kepada semua orang bahwa kelainan elektrik maupun artimia jantung ini bisa menyerang siapapun bukan hanya atlet terlatih saja.
"Semua olahraga itu memicu adrenalin, meskipun ini atlet yang sudah terlatih pun bisa terkena resiko jantung, apalagi bagi kita yang jarang olahraga rutin," tuturnya.
"Nah pesan saya bagi teman-teman kalo olahraga lakukanlah dengan wajar dan gak berlebihan atau gak usah push the limit. Semoga ini bisa jadi pelajaran bagi kita semua," pungkasnya.***