Dijelaskan bahwa orang yang menikah dini cenderung mengalami depresi akibat beberapa hal yang harus mereka tanggung di usia muda.
Sebut saja tidak mendapatkan pendidikan yang cukup, memiliki anak lebih awal, hingga terjebak dalam karier yang tidak diinginkan.
Hal-hal ini kemudian bisa memicu terjadinya depresi dan rendahnya rasa harga diri di usia paruh baya.
Sebaliknya mereka yang menikah lebih lambat bisa berkesempatan meraih hal-hal tersebut sebelum menikah.
Misalnya saja bisa meraih pendidikan yang lebih tinggi, mendapat pekerjaan yang lebih baik, ataupun memiliki pengalaman yang lebih lebar.
Dengan diraihnya hal-hal tersebut bisa memberikan kebahagiaan dan tingkat rasa percaya diri yang lebih tinggi.
Unggahan yang dibagikan akun Instagram @ahquote ini sebagaimana dilansir SketsaNusantara.id mendapat berbagai respon warganet melalui kolom komentar.
"Gada yang namanya telat nikah, emang jodohnya aja belum datang, dan sambil nunggu itu ya fokus bahagiain diri sendiri dan mantepin value," komentar akun @nrmsrxxx.
"Mohon maaf ini ga valid, soalnya studinya di luar negeri sedangkan di Indonesia telat menikah berbanding lurus dengan omongan tetangga," bantah @factualxxx,
Jadi, bagaimana menurut kamu?
***