lifestyle

Orang Jawa Doyan Perempuan dan Hobi Melihara Burung? Ini 4 Syarat Menjadi Pemimpin Ideal Menurut Serat Jayenglengkara yang Sering Bikin Salah Paham

Jumat, 21 Juni 2024 | 21:10 WIB
Seorang pemimpin harus memiliki watak estri, tapi bukan berarti harus doyan perempuan menurut Serat Jayenglengkara. (Pexels/Rangga Ispraditya)

SketsaNusantara.id- Banyak falsafah Jawa yang mengajarkan kepada kita tentang bagaimana menjadi pemimpin yang ideal.

Salah satunya seperti yang tercantum dalam Serat Jayenglengkara karangan Mas Mangun Winata dan RM Jaya Subrata.

Sayangnya falsafah Jawa tentang bagaimana menjadi pemimpin ideal dalam serat Jayenglengkara ini sering membuat banyak orang salah paham.

Baca Juga: Jiwa Jawi; 6 Prinsip Unik yang Dimiliki Orang Jawa, Salah Satunya Suka Musik!

Penyebabnya, karena terlalu dimaknai secara harfiah sehingga langsung dilaksanakan begitu saja hingga sekarang.

Padahal, ajaran tentang pemimpin yang ideal dalam Serat jayenglengkara tadi, harus dimaknai secara substansial karena memiliki nilai falsafah yang tinggi.

Dilansir SketsaNusantara.id dari Serat Jayenglengkara, untuk menjadi pemimpin yang idel, orang Jawa harus memiliki wong catur (empat hal).

Baca Juga: Misteri Sunan Geseng! Murid Sunan Kalijaga Punya 7 Makam, Yogyakarta atau Jawa Timur, Mana yang Asli?

Keempat syarat yang harus dipenuhi orang Jawa untuk menjadi pemimpin yang ideal tersebut adalah sebagai berikut:

1. Retna (Mutiara)

Laras dengan artinya mutiara, seorang pemimpin harus menjadi orang yang berharga layaknya sebuah mutiara.

Bagaikan mutiara, pemimpin harus memiliki banyak kelebihan dibandingkan para pengikut-pengikutnya. 

Baca Juga: Kisah Walisongo! Inilah 2 Perjuangan Maulana Malik Ibrahim dalam Dakwahnya, Sebagai Wali Pertama di Pulau Jawa

Retna dimaknai pula bahwa seorang pemimpin hars mampu menjadi pelindung untuk orang-orang yang dipimpinnya.

Halaman:

Tags

Terkini