SketsaNusantara.id- Banyak falsafah Jawa yang mengajarkan kepada kita tentang bagaimana menjadi pemimpin yang ideal.
Salah satunya seperti yang tercantum dalam Serat Jayenglengkara karangan Mas Mangun Winata dan RM Jaya Subrata.
Sayangnya falsafah Jawa tentang bagaimana menjadi pemimpin ideal dalam serat Jayenglengkara ini sering membuat banyak orang salah paham.
Baca Juga: Jiwa Jawi; 6 Prinsip Unik yang Dimiliki Orang Jawa, Salah Satunya Suka Musik!
Penyebabnya, karena terlalu dimaknai secara harfiah sehingga langsung dilaksanakan begitu saja hingga sekarang.
Padahal, ajaran tentang pemimpin yang ideal dalam Serat jayenglengkara tadi, harus dimaknai secara substansial karena memiliki nilai falsafah yang tinggi.
Dilansir SketsaNusantara.id dari Serat Jayenglengkara, untuk menjadi pemimpin yang idel, orang Jawa harus memiliki wong catur (empat hal).
Keempat syarat yang harus dipenuhi orang Jawa untuk menjadi pemimpin yang ideal tersebut adalah sebagai berikut:
1. Retna (Mutiara)
Laras dengan artinya mutiara, seorang pemimpin harus menjadi orang yang berharga layaknya sebuah mutiara.
Bagaikan mutiara, pemimpin harus memiliki banyak kelebihan dibandingkan para pengikut-pengikutnya.
Retna dimaknai pula bahwa seorang pemimpin hars mampu menjadi pelindung untuk orang-orang yang dipimpinnya.