lifestyle

Apa itu Delayed Gratification? Parenting Nikita Willy Curi Perhatian Publik, Tanggapannya saat Issa Minta Dibelikan Mainan Tuai Pujian

Senin, 29 Juni 2026 | 08:00 WIB
Potret Nikita Willy yang kerap mencuri perhatian publik karena gaya parenting delayed gratification saat menghadapi Issa Xander minta dibelikan mainan (Instagram/nikitawilly96)

Warganet lain juga menilai cara Nikita menyampaikan penolakan tanpa memarahi anak menjadi salah satu alasan Issa mampu menerima keputusan tersebut dengan baik.

Lantas, apa itu Delayed Gratification, dan bagaimana dampaknya jika menerapkan teknik parenting ini pada anak?

Dalam dunia psikologi, delayed gratification adalah kemampuan seseorang untuk menunda kepuasan atau kesenangan sesaat demi memperoleh manfaat yang lebih besar di kemudian hari.

Dalam konteks parenting, kemampuan ini diajarkan kepada anak agar mereka tidak selalu mendapatkan apa yang diinginkan secara instan. Dari hal ini, anak diharapkan bisa belajar bahwa tidak semua keinginan harus dipenuhi saat itu juga, melainkan bisa direncanakan dan diusahakan terlebih dahulu.

Dilansir SketsaNusantara.id dari situs resmi dari Pusat Inovasi Psikologi Universitas Padjadjaran (PIP Unpad), dijelaskan bahwa gratification delay merupakan kemampuan anak menggunakan logika untuk menunda keinginan demi memperoleh hasil yang lebih besar.

Baca Juga: Ahli Gizi Ungkap Rahasia di Balik Tingkah Laku Kamari yang Anteng di Pernikahan Jennifer Coppen dan Justin Hubner, Parenting Mamari Tuai Pujian

Teknik parenting seperti ini digunakan untuk melatih anak mengendalikan diri yang dinilai positif bagi tumbuh kembang buah hati.

Saat anak belajar menunggu, mereka sebenarnya sedang melatih fungsi kognitif seperti berpikir, membuat perencanaan, sekaligus mengelola emosi ketika keinginannya belum dapat terpenuhi. Karena itulah, kemampuan ini dinilai sebagai salah satu fondasi penting dalam membangun pengendalian diri sejak usia dini.

Anak yang terbiasa dilatih menggunakan cara seperti inii akan mampu mengendalikan emosi yang lebih baik, lebih tahan menghadapi rasa kecewa atau frustrasi, serta memiliki fokus yang lebih tinggi saat belajar maupun bekerja.

Berbagai penelitian juga menunjukkan bahwa kemampuan mengendalikan keinginan sesaat berkaitan dengan kedisiplinan, kemampuan mengambil keputusan, hingga pencapaian akademik dan karier di masa depan.

Baca Juga: Ingin Jadi Firaun, Ini Dia 10 Momen Jawaban Lucu Issa Xander, Putra Sulung Nikita Willy dan Indra Priawan yang Bikin Tercengang

Penerapan delayed gratification juga dapat dimulai dari aktivitas sehari-hari di rumah. 

Misalnya, dengan mengajak anak menabung uang jajannya untuk membeli mainan impian, meminta mereka menyelesaikan pekerjaan rumah atau PR sebelum bermain game, maupun menunda waktu bermain gawai hingga tugas yang telah disepakati selesai dilakukan.

Orang tua juga dapat membantu anak memvisualisasikan target yang ingin dicapai, misalnya dengan membuat gambar atau daftar tabungan untuk barang yang diinginkan.

Tak kalah penting, cara seperti ini juga biasa ditunjukkan Nikita Willy dan Indra Priawan sebagai orang tua yang menjadi teladan bagi anak-anaknya.

Halaman:

Tags

Terkini