Di Indonesia, kue mungil ini terus berkembang dan nastar telah menjadi bagian dari tradisi kuliner keluarga Indonesia dari generasi ke generasi.
Kue nastar juga tak hanya ditemukan saat momen Lebaran saja dan juga kerap muncul saat perayaan Tahun Baru Imlek.
Menurut budaya Tionghoa, kue nastar sering disebut ong lai karena bentuknya yang menyerupai "buah pir emas" dan dianggap sebagai pembawa keberuntungan yang pertama kali dibawa dari negara Tiongkok ke Indonesia.
Kue kering satu ini juga dapat lama disimpan sehingga cocok untuk menemani perayaan Lebaran maupun Tahun Baru China yang berlangsung dalam waktu cukup panjang.
Nastar turun temurun menjadi warisan keluarga yang menunjukkan kreativitas masyarakat Indonesia di bidang kuliner dalam mengadaptasi makanan dari negara lain dan memadukannya dengan buah lokal.
Aroma panggangan nastar di bulan Ramadhan juga menciptakan efek nostalgia yang menciptakan kehangatan dalam suasana kebersamaan di Hari Raya Idul Fitri.
Nastar kini menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Lebaran, yang menyatukan budaya kolonial Eropa dengan selera lokal Indonesia.
Tak hanya Indonesia, kue nastar ini juga kerap ditemui di sejumlah negara Asia Tenggara seperti Malaysia, Singapura hingga Brunei Darussalam dengan nama pineapple tart atau tart nanas.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini