Sepotong senyum yang kau titipkan pada arakan senja menghapus kesalku jadi tawa merekah dan rinduku tiba-tiba dipenuhi keindahan yang berlimpah Inikah sebuah pertanda?
Pertama kali tatapku yang bergulir nyata pada beningnya matamu telah memasung bahagiaku tanpa ampun
Tak peduli seberapa lemah getar itu menyisir kalam batinku.
Aku hanya tahu, ada rindu yang kujaga untukmu Mengenalmu adalah anugerah.
Menyakitimu serupa larangan
Pertemuan menjadi kebahagiaan
Kamu itu majas, terlihat rumit dan lain.
Tapi penuh keindahan
Kamu sangat populer di kepalaku.
Bahkan saat aku tidur, kepalaku tetap disibukkan olehmu
Karena kamu selalu singgah dalam mimpiku.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!