SketsaNusantara.id – Kerupuk warna-warni yang sering kita temukan di pasar tradisional, kaleng kerupuk warung, hingga seblak pinggir jalan memang terlihat menggugah selera.
Namun rupanya di balik warnanya yang mencolok, tersimpan ancaman kesehatan yang serius.
Seperti dikutip dari hasil investigasi dikutip dari Liputan6, pihak berwenang dan ahli kesehatan terus memperingatkan bahaya penggunaan zat pewarna non-pangan yang kerap ditemukan dalam produk kerupuk rumahan.
Terdapat banyak produsen nakal yang masih menggunakan pewarna tekstil serta bahan agar kerupuk tidak gampang melempem.
Pewarna tekstil yang dimaksud seperti Rhodamin B dengan warna merah atau merah muda dan Metanil Yellow dengan warna kuning.
Penggunaan pewarna tekstil ini konon dilakukan untuk menekan biaya produksi dan membuat tampilan kerupuk lebih menarik.
Lalu mengapa berbahaya?berbeda dengan pewarna makanan atau food grade, pewarna tekstil memang memberikan waran yang menarik.
Menurut produsen kerupuk yang menggunakan perenyah dan pewarna tekstil maka warna kerupuk tidak akan berubah warna meski melalui penjemuran dan penggorengan.
Namun akibatnya bisa mengandung senyawa logam berat dan bahan kimia yang tidak dapat dicerna oleh tubuh.
Pewarna tekstil memiliki sifat karsinogenik sebagai pemicu kanker, konsumsi dalam jangka panjang menyebabkan akumulasi zat kimia dalam tubuh yang merusak DNA sel, sehingga memicu pertumbuhan sel kanker, terutama kanker hati dan kantong kemih.
Sebagai organ penyaring racun, hati dan ginjal akan bekerja ekstra keras untuk memproses zat asing ini, yang lambat laun memicu gagal ginjal atau sirosis hati.
Dalam jangka pendek, konsumsi zat ini dapat menyebabkan iritasi saluran cerna, mual, muntah, hingga diare hebat.***