Baca Juga: Jokowi Yakin Menang Jadi Ketua Umum PSI Lawan Anak Sendiri: Susunan Pengurus Sudah Jadi
2. Sulit verifikasi legalitas
Institusi internasional atau beberapa lembaga tegas soal keaslian dokumen dan hal ini merupakan hal penting yang harus benar-benar diperhatikan.
Hal ini dicontohkan ketika pemeriksaan menggunakan sinar ultraviolet atau UV lapisan laminating mampu mempersulit proses pemeriksaan.
3. Kesulitan untuk proses autentifikasi
Contohnya ijazah, arsip ijazah menggunakan tinta khusus, hologram dan tanda timbul dan rupanya laminasi justru mampu menutupi fitur-fitur tersebut sehingga mengurangi deteksi keaslian ijazah. Sehingga hal tersebut akan mempersulit saat melanjutkan sekolah hingga melamar pekerjaan.
Setelah mengetahui apa dampak buruk melaminating ijazah maka jangan lakukan hal itu. Kita juga harus tahu bagaimana cara menyimpan dokumen-dokumen penting kita agar aman dan tetap bisa dibaca dengan baik atau tak disebut palsu oleh sistem atau seseorang.
Mengacu pada Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), untuk menjaga agar dokumen seperti akta-akta, surat nikah atau bahkan ijazah agar aman maka jangan di laminating dan bebaskan dokumen tersebut dari asam.
Dengan perawatan sederhana maka dokumen-dokumen tersebut dijamin akan mampu bertahan sampai 100 tahun.
Cara merawat dokumen selain tidak melaminating
1. Tempat aman dan rapi
Agar aman maka masukkan brangkas atau map dalam plastik terpisah supaya tidak tercecer.
2. Buat cadangan dokumen
Gunakan laptop, komputer, e-mail hingga menyimpan secara online dan beri nama yang ringkas dan mudah dimengerti supaya memudahkan dalam pencarian.
Nah itulah beberapa tips dan trik bagaimana cara agar dokumen kamu aman dan terjaga kualitasnya hingga ratusan tahun lamanya dan tetap bisa terbaca dengan baik oleh sistem. Selamat mencoba.***