SketsaNusantara.id- Hari Suci Nyepi merupakan hari pergantian tahun Saka atau disebut juga dengan Isakawarsa, ternyata memiliki makna atau filosofi mendalam.
Peringatan ini dirayakan setiap satu tahun sekali dan jatuh pada sehari setelah tileming kesanga, 1 sasih Kedasa.
Diketahui bahwa pada tahun 2025, Hari Suci Nyepi ini diselenggarakan pada Sabtu, 29 Maret mendatang.
Tentu saja bagi umat Hindu, perayaan ini sudah ditunggu-tunggu. Terutama untuk warg Hindu yang mayoritas tinggal di Pulau Bali.
Sebelum puncak Hari Suci Nyepi, biasanya ada serangkaian perayaan berupa upacara hingga pentas ogoh-ogoh.
Perlu diketahui Hari Suci Nyepi yang sudah dinanti oleh umat Hindu ini memiliki makna dan filosofi.
Saat itu, umat Hindu akan berdiam diri di rumah. Namun bukan berdiam diri di rumah tanpa melakukan sesuatu.
Melainkan mereka akan berdoa sebagai sarana mendekatkan diri kepada Tuhan, yakni Sang Hyang Widhi Wasa.
Filosofi yang terkandung dari perayaan tersebut adalah sebagai bentuk menyucikan alam manusia.
Alam manusia dalam umat Hindu itu disebut juga dengan Bhuana Alit. Mereka juga sekaligus menyucikan alam semesta.
Adapun alam semesta tersebut dikenal dengan sebutan Bhuana Agung. Lebih lanjut, sebelum menuju puncak Hari Suci Nyepi.